DMS Intake Business Flows¶
Dokumen ini menjelaskan alur bisnis utama dari berbagai pintu masuk dokumen dan email di DMS.
Konsep Inti¶
Inbox emailmenyimpan metadata email dan file mentah.eml/.msg.Attachment mappingmenghubungkan attachment email keDocumentdanDocumentVersion.Documentdiidentifikasi olehdoc_key, bukan nama file upload.Crowdsourced syncberarti satu email bisa ditemukan dari beberapa mailbox, tetapi tetap menjadi satu canonical staged email.Direction(inbound/outbound) dipakai untuk klasifikasi dan ranking, bukan lagi filter keras saat memilih existing document.- Password dokumen tidak disimpan plaintext. Jika diisi, password disimpan terenkripsi pada document target.
Flow 1: Manual IMAP Sync (Crowdsourced)¶
Gunakan flow ini ketika email berasal dari mailbox user Microsoft 365 / IMAP dan perlu direview dulu sebelum masuk Inbox DMS.
- User membuka menu
Sync. - User memilih mailbox credential yang tersimpan atau mengisi credential sementara.
- Sistem melakukan IMAP sync
read-only. - Email hasil sync masuk ke staging sebagai
SyncedEmail. - Setiap hasil sync user dicatat sebagai
evidence, bukan email final baru. - Sistem melakukan dedupe berdasarkan canonical key,
Message-ID, hash raw email, dan fingerprint fallback. - Trust level dibangun dari jumlah dan jenis evidence:
single_sourcecorroboratedtrustedconflicted- Setiap user berhak memberi keputusan review:
my evidence is okdenied_irrelevantdenied_secret- Email dengan status
restrictedtidak boleh dipromote ke Inbox DMS. - Saat dipromote ke Inbox DMS, attachment auto-map ikut dijalankan jika project tidak sedang legal hold.
Kapan dipakai: - ketika sumber email berasal dari mailbox user - ketika perlu crowdsource / contributor tracking - ketika perlu hak denial sebelum integrasi final
Flow 2: Upload Email .eml / .msg¶
Gunakan flow ini ketika user sudah memiliki file email lokal.
- User membuka
Inbox > Upload. - User upload file
.emlatau.msg. - Sistem menyimpan raw file dan metadata email.
- Attachment diekstrak dan didedupe dengan
sha256. - Jika project dipilih, auto-map attachment dicoba.
- Jika confidence rendah atau doc type tidak terinfer, attachment masuk review manual.
Catatan:
- upload email langsung membuat EmailMessage final di Inbox
- berbeda dari IMAP sync, flow ini tidak melewati staging crowdsourced
Flow 3: Promote Staged Sync ke Inbox¶
Gunakan flow ini setelah email hasil IMAP sync sudah direview dan disetujui.
- Manager/editor membuka detail staged email.
- Pilih project/module tujuan jika belum terisi.
- Klik promote/import ke Inbox.
- Sistem menyalin raw email dari staging ke storage Inbox.
- Sistem parse email final, simpan metadata, dan jalankan auto-map attachment dengan context project/module/direction yang sama seperti upload email.
- Halaman detail email final menampilkan provenance:
- trust level
- contributor
- source mailbox
- review status
Flow 4: Manual Map Attachment dari Inbox¶
Gunakan flow ini jika attachment belum termap otomatis atau perlu koreksi manual.
- User buka detail email.
- Klik
Mappada attachment. - Halaman mapping sekarang otomatis mencoba memakai konteks email:
- project/module dari email
- doc type hasil inferensi
- direction email
- exact-hash suggestion jika ada
- User memilih salah satu:
Create new DocumentUpdate existing Document- Jika memilih existing document, sistem tidak lagi memblokir hanya karena direction berbeda.
- Jika hash attachment sama dengan versi terakhir, sistem reuse existing version.
- Jika file terenkripsi, user bisa isi
Document Password.
Kapan flow ini muncul: - auto-map confidence rendah - dokumen target ambigu - attachment non-standar - user ingin override target document
Flow 5: Manual Upload Document¶
Gunakan flow ini ketika sumber bukan email, misalnya file kerja lokal atau hasil ekspor.
- User buka
Documents > Upload. - Pilih project/module/doc type/direction.
- Pilih aksi:
- buat document baru
- tambah version ke existing document
- Sistem mencoba suggestion existing document dari judul, nama file, dan hash.
- Jika file terlindungi password, isi
Document Password. - Jika project/module meminta external source link, link boleh diisi belakangan dari detail page.
Flow 6: Add Version dari Existing Document¶
Gunakan flow ini ketika document series sudah ada dan user ingin menambah versi baru tanpa lewat email.
- Buka detail document.
- Pilih
Add Version. - Upload source file baru.
- Sistem membandingkan hash dengan versi sebelumnya.
- Jika sama, sistem dapat reuse atau menolak version baru sesuai aturan flow.
- Conversion, canonical markdown, dan diff tetap dijalankan sesuai pipeline normal.
Flow 7: Review Queue Attachment¶
Gunakan flow ini untuk attachment yang gagal auto-map atau sengaja ditandai needs_review.
- User buka review queue.
- Filter attachment yang butuh mapping.
- Masuk ke halaman mapping.
- Pilih existing document atau buat document baru.
- Setelah mapping sukses, attachment keluar dari queue.
Aturan Operasional yang Perlu Diingat¶
- Legal hold memblokir mapping dan auto-map yang mengubah document/version.
- Body email tidak disimpan ke database.
- Password dokumen hanya dipakai untuk source Office yang terenkripsi dan disimpan terenkripsi.
directionjangan dipakai sebagai satu-satunya dasar memilih document.- Dedupe attachment selalu berbasis
sha256. - Dedupe email crowdsourced selalu mempertahankan contributor/evidence, bukan membuat email final ganda.
Rekomendasi SOP¶
- Gunakan
IMAP Syncuntuk mailbox kerja yang perlu review bersama. - Gunakan
Upload Emailuntuk arsip.eml/.msgyang sudah ada di lokal. - Gunakan
Manual Upload Documentuntuk file kerja non-email. - Gunakan
Map Attachmenthanya ketika auto-map belum cukup pasti. - Isi
Document Passwordsaat file Office terenkripsi agar compare dan conversion berikutnya tetap bisa berjalan.